Persembahan untuk Putu Wijaya

Mei 23, 2017

Pekan Apresisasi Sastra dan Drama (Pestarama) untuk yang kedua kalinya hadir di tahun 2017 ini. Acara sepekan ini atau selama tujuh hari dilaksanakan di beberapa tempat di UIN Jakarta. Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi poros dalam penyelenggaraan acara ini. Acara sepekan ini mengangkat tema “Sepekan Bersama Putu Wijaya”. Putu Wijaya dihadirkan dalam acara ini karena beliau sangatlah produktif di dalam berkarya. Terlebih lagi kedekatan beliau dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang membuat kalangan sivitas akademika UIN belajar kepadanya bahkan menjadi asistennya. Putu Wijaya yang telah banyak keliling dunia melakukan berbagai macam pertunjukan, membuat penyelenggara semakin semangat dalam menyelenggarakan acara  ini. Bukan hanya itu, acara ini juga diperuntukan bagi semua kalangan agar senantiasa menghargai dan mengapresisasi karya-karya seni khususnya drama dan umumnya sastra.
Acara terakhir merupakan acara penutup dalam rangkaian kegiatan Pestarama yaitu Persembahan untuk Putu Wijaya. Acara yang bertempat di Hall Student Center (SC) UIN Syarif  Hidayatullah ini dimulai pukul 19.30 WIB. Hall SC yang semula hanyalah sebuah lapangan yang luas diubah menjadi bentuk yang dihias menggunakan bambu. Konsep ini tentu memerlukan persiapan dan kerjasama. Sehingga dalam pengonsepkan tempat tersebut penyelenggara bekerjasama dengan Akademi Bambu Nusasntara (ABN). Segala lini dikonsepkan sedemikian rupa sehingga menampilkan bambu yang merupakan khasanah dari identitas bangsa Indonesia. Karena pada dasarnya penyelenggara ingin memperkenalkan bambu, bahwa dengan bambu bisa membuat apa saja yang kita konsepkan. Begitu pula dengan pameran karya-karya Putu Wijaya yang dikreasikan dengan bambu oleh ABN sehingga bernuansa indah. Acara ini dimulai dengan penyambutan Putu Wijaya oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusran Rozak, Tatang Syarif selaku Kapolsek Ciputat, Dito Chandra  Wirasatyo, S.Sos, M.Si., selaku perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dr. Makyun Subuki, M.Hum selaku Ketua Jurusan PBSI dan lain-lain. Setelah itu MC membuka acara dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua HMJ PBSI UIN Jakarta saudara Ramadhan. Selah itu ditampilkam video dokumenter acara Pestarama sejak hari pertama hingga terakhir sekaligus penampilan sosok Putu Wijaya. Selanjutnya sambutan dari Ketua Jurusan PBSI, Dr. Makyun Subuki, M.Hum.. Selanjutnya penampilan Musikalisasi Puisi oleh Grup Musikalisasi Puisi PBSI yaitu Nada Renjana dan berduet dengan Arif S Pramono (musisi). Dilanjutkan dengan sambutan Tatang Syarif, Kapolsek Ciputat, dan Dito Candra Wirasatyo selaku perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Testimoni pertama oleh Niniek L. Karim yang merupakan dosen senior di Universitas Indonesia, sekaligus artis dan sahabat Putu Wijaya. Testimoni kedua oleh Chavcay Saefullah yang merupakan Dewan Kesenian Banten. Kemudian dihibur oleh monolog dengan judul Mas Joko oleh sastrawan Jose Rizal Manua.
Kemudian adalah peresmian buku “Teater Tontonan” karya Putu Wijaya oleh Neneng Nurjanah, M.Hum selaku editor buku tersebut. Sehingga buku tersebut dari editor diberikan kepada Putu Wijaya. Selain itu, buku “Teater Tontonan” diberikan Putu Wijaya kepada beberapa pihak, yaitu; Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta - Prof. Dr. Yusron Rozak, Kapolsek Ciputat Tatang Syarif - Kapolsek Ciputat, Dito Candra Wirasatyo perwakilan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Dr. Makyun Subuki, M.Hum - Ketua Jurusan PBSI, Nada Renjana, KURI, Horjabius, dan empat sutradara pementasan drama PBSI karya Putu Wijaya.  Selanjutnya kepada acara yang monumental yaitu Persembahan untuk Putu Wijaya. Persembahan untuk Putu Wijaya yang pertama diserahkan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Yusron Rozak berupa kolase Putu Wijaya, selanjutnya diberikan oleh Dr. Makyun Subuki, M.Hum Ketua Jurusan PBSI berupa lukisan Putu Wijaya, Ahmad Bahtiar, selaku dosen pengampu kajian drama juga ikut memberikan topeng. Selebihnya diberikan oleh mahasiswa PBSI dan juga komunitas-komunitas yang turut serta memberikan persembahannya untuk Putu Wijaya. Selanjutnya pengumuman lomba puisi dan monolong kategori SMA dan umum tingkat nasional oleh dewan juri yaitu Lisa Syahtiani. Acara ini pun ditutup oleh penampilan musisi Jepang yaitu KURI yang berkolaborasi dengan musisi asal jakarta yaitu Horjabius.

HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Previous
Next Post »
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Tidak ada komentar